Tuesday, March 6, 2007

Ada apa dengan OJEK?

Seberangkat menuju kantor dibonceng adik. Hari ini terpakasa gak bawa motor sendiri ke kantor tapi dibonceng sekalian minta tolong ke adik buat 'nyervis' karena udah hampir 2-3 bulan belom diservis, ditambah semalam sang motor terjatuh ala sebab salah belok stang saat di pajang. weisss Gdubrakkk!!! tungkai rem depan patah, motor perkasa itu tersungkur, aku menatapnya sedikit sesak dan sok pasrah. ya sudah... salahnya sendiri (begitu kataku dalam hati, lepas dari pertanda-pertanda akan apa.. hehe yang pasti kalau mau dihubung2in, semalam itu kekasihku jadi rada ngambek karena aku merokok lagi... padahal udah 2 bulan lebih stop. godaan lebih berat dirumah daripada di luaran; kantor atau kampus. maafkan aku...)

Jadi, secara sadar/tak sadar sengaja gak sengaja sebenarnya sudah cukup lama menangkap fenomena ini. kian maraknya alat transportasi alternatif ojek di kota-kota besar pinggiran khususnya dan daerah-daerah satelitnya membuat persaingan di jasa per-ojekan semakin ketat. ojek-ojek diharapkan bisa memberikan pelayanan yang oke sehingga penumpang merasa nyaman dan jadi langganan. tapi bukan itu yang akan diangkat dalam tulisan kali ini, melainkan penulisan kata OJEK yang di tulis di papan pangkalan ojek sebagai signboard/penanda bahwa ada jasa ojek di situ atau itu adalah pangkalan ojek bukan pangkalan oyeah! (katro!)

Ada apa dengan kata OJEK?
Kalau kita mau perhatikan di tiap pangkalan ojek yang berbeda, cara penulisan Ojek bisa berbeda beda dan meskipun tujuan informasi dan maksud sama namun bisa berbeda secara definisi kata asli (etimologis) (huehehehe ciyeeeehhh...wuekkkk!! mumpung baru belajar kata keren ini (etimolohis-red) biar dibilang intelek..padahal cupu!) okeh berlanjut...
Kali ini mari kita bahas sama sama beberapa variasi penulisan kata ojek dengan artinya berdasarkan kamus online dan kamus pribadi saya, kadang dicampuradukkan juga demi kepuasan kita bersama. mari...

1. OJEK (O-jek)

Menurut KBBI: ojek adalah sepeda atau sepeda motor yang ditambangkan dengan cara memboncengkan penumpang atau penyewanya.

Menurut orang Belanda yang kebetulan dosen akademi transportasi alternatif, Meneer Van Demong merumuskan bahwa: Ein Ojek ist die im westlichen Teil Javas vorherrschende Bezeichnung für ein Mietmotorrad, das aus Fahrer und Moped besteht.
artinya: Ojek adalah kendaran para inlander-inlander yang verdomseh, yang apabila koe orang tidak punya duit dibuat jadi alat nyari duit dengan cara membonceng tetangga atawa orang tak dikenal diantar ke tempat tujuan. biaya yang dibayarkan kemudian atas jasa ojek tersebut disesuaikan dengan konsensus atau kesepakatan antara asosiasi men ojegh inlander van der velen hot verdomeh. namun timbul perkecualian ketika ojek berhadapan dengan penumpang cantik serupa Hepi Salma atau Catherine Wilson, inlander berhak memberi diskon biaya kecantikan berupa kupon kerjasama dengan salon terdekat. salon abah ahong. Aghh ver laven (?)

Lanjut usut punya usut, kemungkinan ketiga kata Ojek berasal dari Polandia, karena ada nama pengarang buku di sana yang bernama Anna Ojek. Nah dilema juga nih, dari namanya (Anna Ojek) bisa ditebak dong kalo dia adalah blasteran alias indo (mixed/campuran) antara Arab dan Polandia. Masih terus di usut, kata Ojek juga merupakan kata dasar yang bisa dipadupadankan untuk mencapai makna berbeda. Diantaranya adalah:
- Projektziele = Pr-ojek-tziele, yang berarti proyek atau sebuah kegiatan usaha untuk menghasilkan sesuatu hal, seperti proyek jalan tol, proyek busway, proyek sampingan dll.
- Forschungsprojekten = For-schungs-pr-ojek-ten, artinya untuk proyek dalam jumlah besar/lebih dari sepuluh.
- Bahnprojekten = Bahn-pr-ojek-ten, adalah proyek/kegiatan usaha menggunakan bahn (ban) lebih kurang sepuluh. NAH!! kemungkinan kata ketiga inilah yang disusut sadur oleh indonesia ketika masa penjajahan belanda, kebetulan ada orang Polandia nyaru jadi belanda, dia bernama Bahn Serff, berusaha untuk memperluas usaha pabrik bannya di Polandia. Makanya dia berusaha memprovokasi lewat budaya agar timbul awareness dari bangsa indonesia kemudian diharap tertarik dan mau menjadi distributor ban (bahn).

kesimpulan Ojek yang menggunakan asal kata Ojek (dicurigai berasal dari Polandia), kata ojek adalah kata dasar yang memiliki fungsi sebagai predikat (kata kerja) yang di daerah asalnya bisa diimbuhkan (awalan-akhiran). contoh: Bahnprojekten; Perojekan, Diojeki, Mengojek, dll.


2. OJECK (O-jekc)

Kata kedua ini lebih dikarenakan imbas budaya barat dan tren kultur era 90an. kata Jeck sangat sering digunakan pada masa ini. Nugie, penyanyi alternatif rock kerap menggunakan kata ini untuk menyapa fans-nya atau menyapa siapa saja termasuk tukang sayur dan tukang tambal ban dekat rumahnya. Secara komunikasi, kata jeck, bisa menjadi sebuah indikasi suatu proses komunikasi, berhasil atau tidaknya serta tingkat kedekatan antara komunikator dengan komunikan. Jika di telusuri akan tampak seperti ini:
- Jeck (sebagai kata sapaan) --- tingkat kedekatan --- proses penyampaian pesan/pesan dikirim --- langsung (fish to fish) --- bahasa non-verbal --- pesan diterima plus bahasa tubuh dan pengaruh (noise) dari bahasa alam (bahasa angin, bahasa binatang, bahasa tumbuhan) --- komunikasi berhasil//feed back (putar balik) --- ojeck.

Bisa dilihat jelas, penggunaan kata ojeck yang bersumber dari proses komunikasi, kemunculannya ditandai oleh ketidakberhasilan dalam penyampaian pesan alias pesan tidak diterima dengan baik dan benar sehingga butuh konfirmasi ulang (feedback/putar balik) pada proses ini jasa ojeck diperlukan. karena mungkin saat proses, banyak hal yang harus dilewati dan memakan waktu yang tidak sedikit sehingga untuk mempercepat pengkonfirmasian pesan agar komunikasi selanjutnya diharapkan bisa berlangsung dengan lancar, tanpa suatu halangan apapun. amin.

Fakta temuan, origin kata Jeck adalah berasal dari Yahudi (Hebrew) Yekke (adjective: yekkish) (alt: Jecke) yang merupakan saduran dari bahasa Jerman. Kata yekke sebagai koagulasi bahasa Yahudi (Hebrew) memiliki arti tidak jauh beda dengan asal katanya dari Jerman, yaitu Jaket --- Jacke --- Jakcet.

Nah!!! sudah bisa ditebak bukan, Jeck yang asal katanya berarti jaket (ind) adalah analogi dari sifat 'hangat' karena waktu dingin pasti kita butuh jaket untuk menghangatkan badan, kita tidak butuh jambret si maling jam, atau dombret sang maling dompret. Jeck ketika menjadi sebuah kata sapa secara implisit melambangkan kehangatan/warm antar sesama ketika berinteraksi. Menimbulkan efek kebersamaan dan saling tolong menolong, makanya awal pertama penggunaan kata O-jeck lebih kepada sikap saling membantu antar teman, tetangga atau sahabat yang butuh bantuan saat kedingingan, berkembang menjadi saling bantu mengantarkan teman,tetangga atau sahabat ketika banjir dengan menggunakan jaket dan motor roda dua dan atau truk dan atau gerobak. Jika diurutkan secara kronologis maka seperti ini jadinya:
1. Yekke = Jecke = Jacket = Jeck = Jaket yang berarti kehangatan
2. Kata ini menyusup melalui media massa lewat film baywatch atau full metal jaket, karena kedua film tersebut menitikberatkan pada puspa maka menjadi titik puspa.. ?! dan puspa itu orang yang bersahabat, jadi kedua film tersebut dan titik puspa adalah simbol dari persahabatan, lalu berkembang di tahun 1990 menjadi kata sapaan yaitu, JECK!
Nugie mempopulerkannya meski tanpa royalti, tapi dia memang gak royal sih...
3. Ketika musim dingin/hujan di jakarta hari2 menjadi dingin, jaket diperlukan, dan jasa penyewaan jaket omsetnya mengalami kenaikan hebat.. hampir 300%, begitu menurut salah satu vendor jaket di bilangan prima 1235. Bencana banjir, membuat jaket bertambah laku dan ini lah saat dimana pertama kali kata Ojeck itu populer, ketika banjar datang, salah seorang sahabat menolong sahabatnya, dia meminjamkan jaket almamaternya agar temannya tidak kedinginan, dia sendiri memakai jaket almamaster (lebih tinggi levelnya dan lebih hangat)
"Fren, terimakasih udah minjemin jaket almamater lo. Thanks bro."
"No problem bro. Kita kan fren. lagian gue punya jaket almamaster..."
"O iya...

(bersambung Jeck!)