Wednesday, February 21, 2007

Sajak Skripsi

:

Kepada ide yang dikepala
Berputar berputar
: Awas pusing bisa bahaya
Kepada kertas HVS A4 80 gram
Waktu bergerak amat cepat
Membuatku parno tiap liat jarum jam

: Bagaimana?!

Kepada judul, perumusan masalah
Latar belakang yang ngalor ngidul bikin gelisah
Maju ke dosen, masih banyak yang salah

: Perbaiki lagi
Katanya
: Cari insight
Tambahnya
: Cari duit
Buat modal usaha
: Cari pacar
Maaf bu, sudah punya

Kepada kerangka pemikiran
Tempat uneg-uneg otak dan teori bersliweran
Pilah pilih nama-nama ilmuan
Kalimat macam apa yang musti dimasukkan?
O, Tuhan

Tiap malam berharap mimpi
Ketemu para ahli skripsi
dari jaman mesir kuno sampai masa kini
Siapa kek?!
Desi Ratnasari?!
: Bukan, dia selebriti

Kepada metodologi yang paradigma
Positivis, konstruktivis, kritis
ah, membayangkannya jadi mau pipis
Rambut rontok satu demi satu
Menipisnya kaki yang berbulu
Mengejar dosen yang kadang buru-buru

Maaf pak, bu
Saya masih bingung
Terjebak jalur pikiran linglung
Semua serba nanggung
Meski kucoba sudah ke Gramedia dan Gunung Agung
Cari-cari inspirasi sambil makan roti gulung

Kepada populasi dan sampel
Mendengarnya merubah mood senang jadi sebel
Mondarmandir dengkul kepentok mebel
Sebar kuisoner, fotokopi,
kantong musti tebel

: Jadi butuh observasi ya bu?!
: Ya, observasi mendalam penelitianmu
: Wawancara mendalam ya bu?!
: Ya kira kira begitu, tapi tunggu dulu, tulisanmu...
: Kenapa tuliskanku bu?!
: Gak jelas dan harus diperbaiki dahulu
: App..
: Ibu bingung kemana arah pikiranmu
: Eppp..
: Cari apa yang harus kau permasalahkan dulu
: ...
: Baru kembali lagi maksimal seminggu
: dan jangan lupa, baca buku, cari sumber sebanyak rambut dikepalamu
: Baik bu.

Blarrr!!!!

Kepada pendahuluan, latar belakang
rumusan masalah dan identifikasinya
Kepada kerangka pemikiran
Kepada metodologi penelitian
Kepada Tuhan,
Tolong hambamu yang hampir kesurupan
Bolakbalik mikir belum ketemu tujuan penulisan

?

22-02-07

Tuesday, February 20, 2007

Roti Gambang

: Bapak

roti gambang kesukaan bapak kemarin dipesan oleh adik dari tukang roti langganan yang sudah tak lagi bisa melayani, digantikan anaknya karena dia sudah tak lagi bisa mengayuh pedal gerobaknya, dan karena sudah tak mampu lagi jasad menampung ruh yang memang sudah habis masa kontraknya. Inalillahi wa innailaihi rojiun. Begitu. kurang lebih dua bulan lalu. berita yang mengejutkan sebab kemarin hari masih melayani kami dengan senyumnya dan janggut khas rhoma irama serta topi cap yang kerap dipakainya. jikapun tak membeli roti, karena sudah telat lagi-lagi dia pasti menyapa, bunyikan klakson pencet karet "tot! tot! brangkat?!" dengan senyum tentunya.

dia mugkin tahu namaku, nama adik ibu atau pun bapakku, sebab bisa dibilang kami sudah 'berlangganan' roti padanya sejak akhir tahun 80'an. percaya gak percaya, tapi itu benar adanya kalo gak lupa kapan tepatnya, yang pasti sedari aku dan adikku lelaki masih SD. rotinya enak, rasanya khas, bukan roti import. sejenis roti klasik. nama produsennya LAUW. "ring a bell?" mungkin di jaman itu terkenal dan termasyhur karena saingan masih belum seperti sekarang ini yang gila, berjejalnya produk lokal dan interlokal (wartel kali?!), kalo gak salah pabrik/pusatnya di kota (jakarta pusat).. kalo gak salah lo.. apa yang dicipete itu?! tapi kalo boleh ngutip kesaksian dari tulisan di blog nagasundani* :

"Kalau di Ciputat, di rumah nyokap gue, roti yang paling enak tuh roti merek Lauw, rasanya ngga kalah dengan roti-roti bakery modern yang dijual dengan mobil. Namun penjual roti Lauw ini agak iseng orangnya, “cunihin” istilah sundanya. Roti Lauw tuh tradisional banget, masanya empuk tapi berbobot, rasa dan keharumnya tidak ada bandingnya. Selain keluarga gue suka membeli roti tawar, roti coklat, keju dan mokanya enak juga…."
(http://nagasundani.blogsome.com/2005/03/08/jajanan-masa-kecil/)

Bisa terbaca bahwa roti lauw memiliki kesan tersendiri di hati pelanggannya. Gerobak sepeda dengan ala-ala singage kayu bergambar perempuan senyum dengan topi masak/walau agak mirip suster?! (harus di cek ulang). Kesan biru, mendominasi, bagian dari brand identity. Nah begitu tuh. dulu beberapa waktu lalu sempet menghilang sang penjaja roti lauw itu. gak pernah lewat depan rumah lagi, tanpa kabar dan sebab yang jelas.. terjadinya sekitar tahun 2000an. Bertepatan pada saat itu kami sekeluarga terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. bapak kerja, ibu mengurus rumah, adik dan saya sekolah dan jarang juga pulang ke rumah alias nginep di kos/rumah temen. begitu tuh trus lanjut ke masa kerja. ada di rumah malam, NAH!!! di saat itu muncul pedagang roti serupa, tapi dengan grobak dengan warna dominan hijau. singage bertuliskan Tan Ek Tjoan. Jreng!!!! dengan logat sunda kental dan berkelebat di antara magrib dan isya membunyikan klakson karetnya Tot! tot! rasanya juga enak, dan kerasa sekali roti ini bisa menggantikan rasa khas Lauw... maafkan... tapi berhubung lapar, apa boleh buat. harganya cukup bersaing, dan dengan abang-abang yang akhirnya akrab kami panggil dengan sebutan akang. menjadi langganan yang mengisi malam ba'da magrib dengan roti rasa baru serupa tapi tak sama dengan Lauw.

(bersambung... lg sibuk. harap maklum oom.. tante)


Monday, February 19, 2007

Tuhan, sebab aku mencintainya

:

Tuhan,
Sebab aku mencintainya
kuasa tertunduk
bak bocah kecil
Merengek-rengek kesudian-Mu

Aku mencintainya

200207

Wednesday, February 14, 2007

Radioaktif

Radio aktif mengudara dari pagi hingga pagi lagi non-stop 24 jam seperti pesta yang diadakan oleh barudak inggris era awal 80-an. saat dimana punk rock sedang jaya-jayanya dan musik mengalami pergeseran. kehadiran keyboard sinthetizer, drum machine menandai era kebangkitan new wave. tepat setelah kematian ian curtis dedengkot joy division, sang pujangga epileptik, tergolong jenius dalam berkarya namun tidak terlalu jenius dalam memilih cara mengakhiri hidupnya (gantung diri-red).

Kecewa punya cerita, tapi ya 'every new begining comes from some other begining's end' (semisonic-closing time) atau ' the end is the begining is the end' (om billy corgan punya bicara). bernard sumners, stephen morris & peter hook tak kurung berkabung lama-lama dalam duka yang tak punya kata. termunculah new order, pembuka era baru, gelombang baru alias new wave. sesaat era 80-an mulai memainkan jenis musik yang tak jauh beda. pilihannya adalah pop, hard rock, metal, new wave, punk dll, tapi kesetiap jenis itu mengalami pergesekan alias satu sama lain saling memodifikasi. terutama dalam style berpakaian, model rambut gombrang-gambreng, pria-pria bergincu, bedak tebal merah kuning ijow. "andy warhol pun berjaya." nico dibuatnya velvet underground bersama lou reed, ya hari yang sempurna bagi pemakaman sebuah era yang kental dikenal sebagai the 70's baby boomer/flower generation mungkin ?! cut bray, hippie, sex drug n rock en roll, jaman gilagilaan. jimi hendrix, the beatles, stones, janis joplin, bob dylan, protes, revolusioner, free of mind and speech, youngsters, apolitis, halang perang dan sebagainya generasi selaw.

New wave, 80s adalah masa bagi michael jackson, debbie gibson, disko, dan sepatu roda, hingar bingar anak muda jakarta berjalan-jalan sore bersama denny malik dan mas boy. meriam belina masih muda, desy ratnasari juga, nike ardila lagi oke-okenya, baggy pants, kucai, jambul, pikok, pilox breakdance, grifone. musik berkeliling dengan tape deck ukuran jumbo, kelalang keliling, permen karet, bandana tangan juga kepala. tralala dan syalala dimana semua kisah cinta sedang gemes-gemesnya meraba rano karno dan yessy gusman dalam beberapa film layar lebar. galih dan ratna. siapa punya? lalu berpesta di jalan-jalan bersama ali topan, dengan tril yang menyentil tahun 2006 lalu tapi tak sampai jadi tren menggila, cuma sesaat saja. wiiihh oke juga kalo naik itu motor, tapi jaman gini sama aja badut badutan. salah jalan, seharusnya di tanah alias off road baru pol. tapi dasar penampilan ya selalu tampil. tanpaduli situasi dan kondisi. begitulah sikap dan pertanyaan tipe konservatif harusnya di pendam, atau di tahan-tahan saja tak perlu sampai keluar rumah.

"maaf dik, ada korek?" begitu tanya seorang pria kumis 45 tahunan kepada remaja SMA kelas 3 semester 2.
"maaf pak, sebentar lagi ebta." begitu jawabnya
"oh ya sudah kalo gitu. kalo korek ada?" tanya lagi
"maaf pak, salah sambung. ini rumah bu dedi." jawab lagi
"tapi nomornya.. 021- 123-456-7?" tanya mulu
"betul. tapi korek tidak ada." jawab aja
"tapi nomornya.."
Nomornya hilang dan pak kumis lupa menaruh dan mencatat dimana nomor itu. akhirnya pak kumis bertanya lagi.
"maaf dik, ada nomor?" tanyanya
"maaf pak, nomor sedang tidak dirumah." jawabnya
"kemana?"
"kesitu."
"yang sebelahnya anu."
"bukan, sebelahnya itu."
"kira-kira kapan pulang?"
"2 tahun lagi mungkin baru sampai."
"oh ya sudah kalau begitu, salam dari kami."
"maaf pak, salam sedang pergi. adanya salim dan salaman."
"oh ya jika begitu mari kita salim salaman."
"minal aidin wal faizin."
"maafkan lahir dan batin."

Mendadak suara radio terdengar dari depan supir. radio aktif yang sejak pagi hingga pagi lagi selalu menyala. membangunkan orang tidur menidurkan orang bangun. non-stop 24 jam seperti pesta-pesta jaman dahulu kala. era victoria jaman ratu-ratu dan raja roma memuja caligula. tapi radio ini bersiar tentang apa adanya. kisah-kisah dari jaman purbakala, ketika itu bernama 'radiosaurus' 102.2 FM tempat mangkal abg dinosaurus dan kini bernama 'radiosaur' 102.2 FM tempat mangkal kala saur dan pangkalan sayur.

Begitu berjasanya ia. tak kalah dengan pahlawan tanpa tanda jasa. ia adalah pahlawan tanpa tanda jadi alias (DP).

Wassalam,
Salam Nusantara

Tuesday, February 13, 2007

Hujan Bicara

: Kepada langit

Hujan bicara nada kencang, riuh kata-katanya menerjang, tajam menusuk tusuk ku berdarah-darah. Gelegar petir tak biasa, semalam baru saja aku dan kekasihku berbincang tentang masalah cinta dan problemanya, birama 2/4 alias selaow saja. ada senyum muncul di mikrofon telepon dan bisikan kata-kata manis bak ciuman mesra. walau ada waktu dimana koneksi kita benar-benar terganggu efek cuaca. Contohnya; saat hujan banjir kemarin. Beberapa saat komunikasi terganggu, jika pun terhubungi jadinya pesan yang dikirim dan diterima tidak sinkron, kadang putus-putus atau tidak begitu jelas suaranya jadi terjadilah apa yang biasa disebut dengan 'miskomunikasi'.

Apa itu miskomunikasi?

Aku bertanya pada langit hari ini yang mengabu menabur benih di aspal jalan, berharap mencari cari tanah tempat matinya namun tanah sudah teramat jauh rimbanya. 'disana! di ujung kampung di kaki gunung.' ia diam saja seakan sudah tak lagi punya kata cuma suara desis dan helaan panjang yang menyertai kemarau. Apa itu miskomunikasi? tanyaku dalam hati, tapi hatiku tak bisa menjawab karena sedang sibuk mengurus gejolak asmaranya, berkutat dalam rindu yang tak biasa. oke lah, aku mengerti jika begitu kutanya pada hari, dengan harapan ia bisa punya jawaban yang cukup atas tanyaku ini. hari menjawab: 'hujan air dan basa di tanah basah, busa sabun dan air mancur, minyak dan satu sendok teh alkohol'. itu jawab hari, dan aku bingung. hey langit! coba bicara sedikit. ini perihal sebab lakumu jua kah?!

Seperti musa di puncak sinai, bicaranya langit tidak pada suara, tapi pada isyarat yang tampil lewat cahaya. sedikit sih. matari perlahan mulai membuka tirai yang menutupi wajahnya. bisa tersaksikan senyum senyum yang seakan menanda. ini jawabnya... "ini kah gerangan cinta, yang menghiasi kisah manusia aaa... aaaa... sepanjang masa. gairah pun dibuai terlena nikmati manis kata asmara aaa... aaaa..."(* begitu. aku berpikir dan berpikir menggemaskan batin, melemaskan otot-otot tangan kaki hinggap di kepala. bukankah dulu pernah, kudapati miskomunikasi sedang difoto-foto oleh beberapa fotografer dan paparazi? ketika itu langit cerah dan miskomunikasi berkacamata hitam di pinggiran pantai pangandaraan menggunakan kebaya asli buatan solo. halus bahannya bertabur manik sesuai motifnya. rambutnya gerai, halus pula melandai, jika semut di situ pasti tergelincir karenanya. pantulan ultraviolet tak menggoreskan, kecantikan dan pesonanya memancar. menjadi saat dimana Ismail Marzuki tak mau tidak mengabadikannya dalam rayuan pulau kelapa. itulah. baru ku ingat miskomunikasi ternyata adalah seperti itu adanya.

Hujan bicara nada kencang, riuh kata-katanya menerjang, tajam menusuk tusuk ku berdarah-darah. Gelegar petir tak biasa, semalam baru saja aku dan kekasihku berbincang tentang masalah cinta dan problemanya, birama 2/4 alias selaow saja. ada senyum muncul di mikrofon telepon dan bisikan kata-kata manis bak ciuman mesra. walau ada waktu dimana koneksi kita benar-benar terganggu efek cuaca. Contohnya; saat hujan banjir kemarin. Beberapa saat komunikasi terganggu, jika pun terhubungi jadinya pesan yang dikirim dan diterima tidak sinkron, kadang putus-putus atau tidak begitu jelas suaranya jadi terjadilah apa yang biasa disebut dengan 'miskomunikasi'.

Rindu Itu Lapar

: Kekasihku

Rindu itu ibarat lapar
Tak hilang bahkan memburuk sebelum makan

Kini rinduku kelaparan
Laparku mungkin terobati
Dengan lontong sayur atau setangkap roti

Tapi rinduku?
Apa bisa ditahan hingga sore nanti?

Mengobrakabrik jiwaku perlahan
Itu pasti

14207

Monday, February 12, 2007

aku menulis maka

"aku menulis maka aku ada"

Hasil pembelokan makna bikinan Descartes "Cogito ergo Sum" yang tepatnya 'aku berpikir maka aku ada'. menurut loh?! setidaknya kalimat ini juga termasuk kutipan yang nongol di bukunya Donny Dhirgantoro, 5 cm.

Kenapa jadi 'aku menulis maka aku ada'? menulis dalam kamus besar bahasa mimpi adalah merangkai simbol-simbol yang bernama huruf menjadi serangkaian kata, kata menjadi serangkaian kalimat, kalimat menjadi frasa, frasa menjadi paragraf dan paragraf menjadi lupa namanya siapa dan kapan dia bertemu dengan buragraf. seinget dia waktu itu hujan lebat dan petir menyambar dari kanan ke kiri tanpa tengak-tengok. padahal di saat yang bersamaan ada 3 orang anak kecil baru pulang sekolah, 1 orang nenek-nenek dari pasar, dan sepasang kekasih sedang bergandengan tangan. paragraf lupa dan lalu bertanya pada buragraf...
"kenapa aku menulis maka aku ada?"
"karena." jawab buragraf
"lalu?!" tanya paragraf lagi
"waktu itu kamu sedang mabuk, kamu gak kuat naik kereta api tut tut tut. saat masinis bertanya siapa hendak turun? kamu malah naik ke atap gerbong." terang buragraf
"ooo jadi waktu itu aku sedang di atap gerbong? kenapa kamu gak bilang?!"
"aku kan sedang di mulut ikan paus, sedang membersihkan plak-plak giginya, habis itu aku mampir ke rumah bobo, bobo sedang tidur, akhirnya aku ke bibi, bibi sedang menanak nasi, ke baba, bebe, bubu mereka tidak ada dirumah, ya udah aku pulang saja lewat got. seperjalanan aku ketemu 2 ekor tikus botak, 1 cumi-cumi pitak, dan ratusan semut yang sedang merayap mencari gula. kebetulan aku membawa gula. jadi kuberi semut-semut itu gula. mereka berterimakasih padaku. dan aku senyum lalu aku lanjut jalan lagi menelusuri got hingga sampai di pusat perbelanjaan yang di tangganya bisa berjalan. maka aku berjalan di tangganya yang berjalan sambil makan permen karet." jawab buragraf sambil menggali sumur
"ooo jadi waktu itu aku sedang di atap gerbong? kenapa kamu gak bilang?!"
"aku sedang di mulut buaya, sedang mengikir gigi-gigi taringnya, habis itu aku mampir ke rumah nana, nana sedang nono tak mau diganggu, akhirnya aku ke rumah nini, nini sedang menyetrika sayuran, ke nunu, nene mereka tak ada di kandang, ya udah aku pulang saja lewat jalan tol. seperjalanan aku ketemu erik estrada dan john travolta, tapi john terpaksa dilarikan kerumah sakit karena pada saat melintas jalan tol cisarua-cikampek-cikampret di atasnya ada jaringan listrik tegangan tinggi, otomatis john ke sambar setrum karena lupa memakai sendal. lanjut 7-10 kilometer aku ketemu ikan asin dan beberapa bebek serta burung hantu yang sedang asik bertamasya di pinggiran jalan. menggelar tikar dan makanan, anak-anaknya lari-larian main petak umpet-umpetan sambil disuapi ibunya makanan yang dibawa dari rumah di dekat kuburan. sampai akhirnya kudapati pusat perbelanjaan khusus alat-alat berat dan percintaan. di sana ada nafa urbach dan primus (?) lalu aku menegur mereka. "sedang apa?" tanyaku pada primus dan nafa urbach. "sedang mencari sepatu kaca." jawab mereka berdua. "kaca apa?" tanyaku lagi. "kacang cap dua kelinci." kata mereka hati-hati. "ooo, itu tuh di sana, di samping rumah pak lurah, belok kanan sedikit, ketemu pohon nangka lalu teriak. malinggggg!!! sebanyak tiga kali, pagi siang dan malam. moga-moga akan ketemu." jawabku. "baiklah." kata mereka lalu berlalu. dan selang beberapa lama, gosipnya hubungan mereka berakhir sampai di situ. itupun aku baru tahu setelah primus punya anak satu. begitu." terang buragraf pada paragraf yang kali ini tampak sedang mengecat pagar rumahnya.
"oooooo.. kalo begitu ya sudah. besok aku tanyakan pada tamara blezynski." kata paragraf sambil mengupil lalu membulat-bulatkan upilnya lalu menyentilnya dengan seksama. "Gol!" teriaknya.

Nah, berdasarkan dari penjelasan atas dialog paragraf dan buragraf yang terjadi kira-kira 14 tahun lalu. maka bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa dengan memadukannya dengan definisi asli dari kata menulis menurut http://id.wikipedia.org; Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara.
ya, itukan kata wikipedia. asal katanya sendiri adalah tulis, yang adalah gabungan dari dua kata yaitu, "tuang" dan "lisan". tuang berarti menuangkan, menumpahkan, sedangkan lisan adalah ucap, vokal yang keluar dari mulut manusia. jadi tulis dalam hal ini adalah menuangkan/menumpahkan ucapan berupa kata atau kalimat yang keluar dari mulut manusia dengan media berupa tinta ke atas kertas atau media lain seperti daun, kulit dan batu. tergantung selera dan kebutuhan. ini penting loh!

keterangan lain, berdasar definisi mbah broto, menulis itu asal katanya men,ul dan is. men adalah laki/perempuan dalam bahasa inggris lama men bisa diartikan sebagai manusia (kalo gak percaya liat subtitle di dvd terjemahan malaysia. ul, dari ulama atau ilmu. dan is yang berarti adalah dalam bahasa inggris. jadi definisi menulis menurut mbah broto (dosen lepas, universitas tertutup alias close university) adalah: perwujudan/pengejawantahan manusia dalam mentransformasikan ilmunya ke dalam sebuah media dimana media tersebut adalah menjadi penyaluran atau pengaplikasian dari ilmunya tersebut yang mana ilmu yang terejawantah tersebut menjadi sebuah bagian dari realitas individu atau pun kelompok. singkatnya: menulis adalah mengejawantahkan ilmu.

Jadi kira-kira begitu mengapa 'aku menulis maka aku ada'. dalam latinnya: 'cogitu ergo sum pe de'

SEKIAN
-salam menulis-